Programming

Seperti judulnya, saya akan bercerita sedikit mengenai Flutter. Mungkin bagi yang belum tahu apa itu Flutter, Flutter ialah Framework bahasa pemrograman Mobile yang bersifat hibrid buatan Google. Artinya, dapat digunakan pada beberapa jenis perangkat berbeda hanya dengan sekali pembuatan atau mudahnya sekali ngoding. Flutter sendiri belum lama dikembangkan oleh Google yang sebelumnya tentu saja membuat bahasa pemrograman dasarnya yaitu Dart.

Meskipun mendukung beberapa jenis perangkat sekaligus, pada kesempatan ini saya hanya fokus menggunakan Flutter untuk membangun aplikasi Mobile Android. Sebelumnya saya mencoba React Native, namun karena pada dasarnya saya mahir di sisi backend menyebabka saya kesulitan untuk menggunakan React Native untuk membuat desain tampilan atau membuat tema pada aplikasi. Pada akhirnya, saya mencoba Flutter karena memiliki tema standar yaitu Material Design yang telah digunakan pada berbagai versi Android. Jika pada React Native menggunakan konsep component atau komponen untuk membangun aplikasi, pada Flutter konsep yang digunakan yaitu Widget yang tentu saja tidak jauh berbeda dengan React Native.

Pada awalnya, tentu pasti ada kesulitan dalam mempelajari bahasa pemrograman baru. Begitu pula dengan Flutter, saya sedikit kesulitan saat harus mengingat fungsi dari setiap Widget yang ada pada Flutter. Belum lagi Widget tersebut harus disusun sedemikian rupa agar tidak saling tumpang tindih fungsi yang dapat menyebabkan kesalahan pada aplikasi. Namun, seiring waktu diserta dengan praktek semua kesulitan tersebut berkurang. Kenapa tidak hilang? karena hingga saat ini saya masih sering bingung untuk menyusun seperti apa struktur yang benar tanpa mencoba beberapa metode. Pada akhirnya saya dapat membuat beberapa aplikasi kecil yang saya gunakan untuk belajar.

Meskipun Flutter sangat mudah untuk saya pelajari, tentu ada kesulitan yang tidak dapat saya temukan solusinya. Salah satunya ialah dukungan tabel pada Flutter. Meskipun telah disematkan DataTables, namun fungsinya tidak lebih dari sebuah tabel biasa. Belum ada dukungan kompleks seperti rowspan & colspan, merjer tabel atau header yang kompleks. Berhubung Flutter masih berkembang dan terus dikembangkan, bukan tidak mungkin semua fungsi kompleks yang ada akan disematkan ke dalam Flutter. Hal ini terbukti dari rilis pembaruan untuk Flutter yang rutin dan milestone Flutter yang masih panjang.

Mungkin itulah sedikit cerita dari saya tentang pengalaman pertama menggunakan Flutter. Terima kasih telah berkunjung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Post comment